Paris Saint-Germain 1-1 Newcastle United
Paris Saint-Germain dan Newcastle United berakhir dengan skor 1-1 di Parc des Princes dalam pertandingan Liga Champions UEFA musim 2025/2026 yang digelar pada Kamis (29/1/2026).
Gol Vitinha tidak mampu mengangkap raksasa Paris dari posisi 11 klasemen dengan koleksi 14 poin. Di sisi lain, Joe Willock memberi gol balasan untuk The Magpies sehingga memiliki poin yang sama dan di posisi 12.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama
Paris Saint-Germain langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan dan segera menekan pertahanan lawan. Tekanan cepat itu membuahkan penalti pada menit ke-3 setelah tinjauan VAR menilai Lewis Miley melakukan handball di kotak terlarang.
Namun, peluang emas tersebut gagal dimanfaatkan Paris Saint-Germain untuk unggul lebih dulu. Eksekusi Ousmane Dembele berhasil dibaca dengan sempurna oleh Nick Pope yang melakukan penyelamatan krusial dan menjaga gawangnya tetap aman.
Paris Saint-Germain akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-8 lewat permainan terbuka yang rapi. Vitinha melepaskan tembakan terukur ke sudut kanan bawah gawang setelah menerima umpan mendatar dari Khvicha Kvaratskhelia.
Setelah gol tersebut, Paris Saint-Germain semakin percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan. Peluang demi peluang tercipta, memaksa Nick Pope kembali melakukan penyelamatan penting atas tembakan Kvaratskhelia dan Dembele dalam sepuluh menit awal laga.
Situasi berubah pada menit ke-22 ketika Kvaratskhelia harus meninggalkan lapangan akibat cedera. Luis Enrique merespons dengan memasukkan Desire Doue untuk mempertahankan intensitas dan kreativitas serangan timnya.
Menjelang akhir babak pertama, Newcastle United perlahan mulai berani keluar dari tekanan. Ancaman melalui lemparan jauh dan bola mati akhirnya membuahkan hasil saat Joe Willock mencetak gol penyeimbang lewat sundulan pada menit ke-45+2, membuat skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Babak kedua
Newcastle United tampil dengan keberanian lebih besar selepas jeda dan langsung menekan pertahanan Paris Saint-Germain. Ancaman awal datang ketika Jacob Ramsey melepaskan tembakan dari sudut sempit pada menit ke-51, namun Matvey Safonov tampil sigap menepis bola.
Paris Saint-Germain tidak tinggal diam dan segera merespons lewat tekanan yang berkesinambungan. Peluang emas sempat tercipta pada menit ke-59 melalui Warren Zaire-Emery, tetapi tembakannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang.
Luis Enrique kemudian melakukan penyesuaian taktik dengan memasukkan Goncalo Ramos pada menit ke-70. Pergantian ini membuat Paris Saint-Germain tampil semakin agresif dan mampu mengurung Newcastle di area pertahanan mereka sendiri.
Dominasi Paris Saint-Germain hampir membuahkan hasil pada menit ke-78 saat Vitinha kembali mendapatkan ruang tembak. Sayangnya, bola hasil sepakannya melambung tipis di atas mistar gawang Newcastle.
Meski ditekan, Newcastle United tetap berbahaya melalui skema serangan balik cepat. Momen paling menegangkan hadir pada menit ke-88 ketika sepakan Harvey Barnes dari sudut sempit membentur tiang gawang Paris Saint-Germain.
Safonov kembali menunjukkan peran krusialnya dengan menggagalkan peluang Barnes hanya dua menit sebelumnya. Hingga masa tambahan waktu berakhir, termasuk peluang Dembele yang melebar, skor 1-1 tetap bertahan dan membuat kedua tim finis di luar delapan besar.
Susunan Pemain
Paris Saint-Germain (4-3-3): Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Joao Neves (Ibrahim Mbaye 87′), Warren Zaire-Emery (Senny Mayulu 87′), Vitinha; Khvicha Kvaratskhelia (Desire Doue 22′), Bradley Barcola (Goncalo Ramos 70′), Ousmane Dembele
Pelatih: Luis Enrique
Newcastle United (4-3-3: Nick Pope; Malick Thiaw, Sven Botman, Dan Burn, Lewis Miley; Jacob Ramsey, Sandro Tonali, Lewis Hall; Anthony Elanga (Anthony Gordon 67′), Joe Willock (Harvey Barnes 68′), Nick Woltemade (Yoane Wissa 79′)
Manajer: Eddie Howe
Statistik
Secara statistik, Paris Saint-Germain tampil jauh lebih dominan meski laga berakhir imbang 1-1 melawan Newcastle United. Paris Saint-Germain mencatatkan 67 persen penguasaan bola berbanding 33 persen milik Newcastle United, dengan total 25 tembakan berbanding 10, serta 7 tembakan tepat sasaran dibandingkan 4.
Keunggulan Paris Saint-Germain juga terlihat dari sirkulasi bola yang sangat aktif dengan 619 operan dan akurasi mencapai 90 persen. Newcastle United hanya mampu mencatat 249 operan dengan akurasi 75 persen, menunjukkan perbedaan kontrol permainan yang cukup mencolok.
Dalam aspek kedisiplinan, kedua tim sama-sama melakukan 8 pelanggaran. Paris Saint-Germain tidak menerima kartu kuning maupun kartu merah, sementara Newcastle United mendapatkan 1 kartu kuning tanpa kartu merah.
Situasi lain seperti offside dan bola mati relatif seimbang, dengan masing-masing tim mencatat 1 offside. Paris Saint-Germain unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan 5 kesempatan, sedangkan Newcastle United hanya memperoleh 1 sepak pojok sepanjang pertandingan.
Man of The Match – Vitinha

Vitinha tampil menonjol sebagai pengendali permainan Paris Saint-Germain dalam laga melawan Newcastle United. Beroperasi sebagai gelandang sentral, ia menjadi pusat sirkulasi bola dengan catatan 105 umpan akurat, terbanyak dibandingkan pemain lain di lapangan.
Pemain berusia 25 tahun tersebut menunjukkan kontribusi menyeluruh dengan melepaskan 6 percobaan tembakan serta menciptakan 1 peluang berbahaya. Perannya juga terasa dalam bertahan melalui 4 kontribusi defensif yang membantu menjaga keseimbangan tim.
Selain dominan dalam penguasaan bola dengan 127 sentuhan, Vitinha mampu memenangi 2 duel perebutan bola. Gol yang dicetak serta konsistensi permainannya membuat ia dinilai sebagai pemain terbaik laga dengan skor 8,6.
Catatan
Paris Saint-Germain tampil sebagai tim yang lebih dominan sepanjang pertandingan, namun gagal mengamankan kemenangan yang seharusnya bisa mempermudah langkah mereka ke babak 16 besar. Sejumlah peluang terbuang, termasuk kegagalan mengeksekusi penalti di awal laga, membuat Paris Saint-Germain harus puas dengan hasil yang tidak maksimal.
Kondisi semakin sulit bagi Paris Saint-Germain setelah kehilangan Khvicha Kvaratskhelia akibat cedera di babak pertama. Meski Desire Doue mampu menjaga dinamika permainan, absennya Kvaratskhelia tetap meninggalkan celah besar dalam kreativitas serangan.
Di sisi lain, Newcastle United hampir mencuri kemenangan di menit-menit akhir andai peluang Harvey Barnes berhasil dimaksimalkan. Dengan mempertimbangkan performa mereka di kompetisi domestik, Newcastle United justru bisa menyambut fase play-off dengan optimisme tersendiri.
Pertandingan Berikutnya
Paris Saint-Germain akan bertandang ke de la Meinau Stade untuk melawan Strasbourg dalam pekan ke-20 Ligue 1 2025/2026 yang digelar pada Senin (2/2/2026). Di sisi lain, Newcastle United akan bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool dalam pekan ke-24 Premier League 2025/2026 yang digelar pada Minggu (1/2/2026).
Jangan ketinggalan sengitnya persaingan di Liga Champions UEFA. Simak terus prediksi kompetisi tersebut di SBOTOP.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



