Para Pemain Premier League yang Gemilang di World Cup 2026
Selalu ada serba-serbi usai gelaran World Cup 2026, selain Spanyol yang menjadi juara terdapat hal-hal lain yang menarik untuk dibahas. Termasuk para pemain khususnya pemain Premier League yang gemilang saat gelaran World Cup 2026, siapa sajakah mereka? Mari kita bahas!
Pedro Porro
Pedro Porro menjadi sensasional dengan mengantarkan Spanyol menjadi juara World Cup 2026, ia menjadi pemain penting di sisi kanan pertahanan Spanyol ala De La Fuente. Tak hanya membantu pertahanan, ia pun turut berkontribusi untuk urusan mencetak gol dengan catatkan dua gol di turnamen tersebut.
Statistik Pedro Porro bersama Spanyol di World Cup 2026 pun sangat istimewa. Selain berhasil catatkan dua gol, sebagai pemain belakang ia catatkan 30 aksi defensive dengan termasuk 17 sapuan. Selain itu passing akurasi Pedro Porro juga termasuk tinggi dengan menyentuh 90.5%.
Atribusi terbaik dari Pedro Porro memang aksi offensivenya, dalam lima kali ia berlaga di timnas Spanyol pada ajang World Cup 2026 kali ini, ia kreasikan tujuh peluang. Total Pedro Porro berkontribusi langsung dalam tiga gol (dua gol dan satu assist).
Dengan aksi terbaiknya tersebut, ia masuk ke dalam team of the tournament World Cup 2026. Pedro Porro pun kini menjadi pemain yang banyak dibicarakan banyak orang sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia, pada musim depan ia akan meneruskan petualangannya bersama Tottenham Hotspur di Premier League.
Erling Haaland
Erling Haaland menjalani debutnya di World Cup 2026 bersama Norwegia, namun alih-alih demam panggung striker Manchester City tersebut langsung tancap gas dan berhasil catatkan tujuh gol. Ia pun berhasil mengantarkan Norwegia hingga perempat final sebelum dikalahkan Inggris.
Tujuh gol Erling Haaland membuat dirinya berada di urutan ketiga daftar pencetak gol terbanyak World Cup 2026 di bawah Messi dan Kylian Mbappe. Selain itu ia juga catatkan rekor dengan melepaskan 18 tendangan dengan koefisien mencapai 39%.
Kini ia akan kembali ke Manchester City dan siap mencetak gol lagi di Premier League, namun dengan pelatih baru Enzo Maresca, akankah ia setajam musim-musim sebelumnya di Premier League? Menarik kita tunggu performa Haaland di musim depan.
Rodri

Rodri berhasil meraih golden ball atau pemain terbaik di World Cup 2026, hal tersebut diberikan karena berhasil menjadi pemimpin untuk Spanyol yang menjadi juara. Peran Rodri di timnas Spanyol memang sepenting itu, selain menjadi kapten ia juga menjadi palang pintu pertama Spanyol di lini pertahanan.
Peran Rodri memang tak terlihat begitu jelas karena ia tak catatkan gol dan assist, namun sepanjang turnamen ia catatkan 790 passing sukses dengan 93.2% akurasi. Ia juga melakukan 26 tackle dan menjadi pemain terbanyak yang melakukannya di turnamen tersebut.
Maka dari itu lini pertahanan Spanyol sangat terbantu dengan peran Rodri di lini tengah, Spanyol hanya kebobolan satu gol saja selama World Cup 2026. Aksi terbaik Rodri ini pun membuat dirinya dikabarkan akan hengkang dari Manchester City pada bursa transfer musim panas ini.
Djed Spence
Awalnya ia sangat diragukan ketika Thomas Tuchel memanggilnya ke skuad timnas Inggris untuk World Cup 2026, namun lambat laun ia berhasil membuktikan diri bahwa pelatih Jerman tersebut tidak salah memanggilnya ke skuad Three Lions untuk mengisi peran penting di sisi kiri dan kanan pertahanan.
Mampu bermain di sisi kiri dan kanan pertahanan dengan sama baiknya adalah keunggulan Djed Spence. Spence bermain dalam delapan laga dengan empat diantaranya masuk dari bangku cadangan. Ia juga catatkan top speed di turnamen tersebut dengan kecepatan 33.3 km/h.
Namun tampaknya aksi impresifnya tersebut tak membuat Spurs mempertahankannya untuk musim depan. Kabarnya tim-tim Premier League lain seperti Everton dan Newcastle siap mendatangkan pemain Muslim pertama di timnas Inggris tersebut.
Enzo Fernandez
Awalnya Enzo ramai diperbincangkan publik saat World Cup 2026 bukan karena performanya tapi karena ia yang mengatakan melalui agennya ingin segera pindah dari Chelsea. Dengan kabar tersebut awalnya banyak yang tidak respect dengan aksi Enzo Fernandez.
Namun pada melawan Mesir ia berhasil menjadi buah bibir dengan golnya di menit terakhir laga yang membuat Argentina melakukan Remontada. Lalu pada semifinal ia juga catatkan gol penting melawan Inggris melalui tendangan jarak jauhnya untuk menyamakan kedudukan.
Namun di pertandingan final melawan Spanyol, ia melakukan pelanggaran keras kepada Cubarsi yang berbuah kartu kuning kedua dan harus diusir dari lapangan. Argentina pun harus bermain dengan 10 pemain dan akhirnya kalah oleh Spanyol dengan gol Ferran Torres di masa extra time.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



