Manchester City 2-0 Galatasaray
Manchester City mengalahkan Galatasaray dengan skor 2-0 di Etihad Stadium dalam pertandingan Liga Champions UEFA musim 2025/2026 yang digelar pada Kamis (29/1/2026).
Gol-gol Erling Haaland dan Rayan Cherki membawa The Citizens lolos ke babak 16 besar dengan koleksi 16 poin di posisi delapan klasemen. Sementara hasil ini membuat wakil Turkiye terdampar di posisi 20 dengan 10 poin.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama
Manchester City langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Tekanan cepat membuat Erling Haaland nyaris membuka skor pada menit ke-4 lewat sundulan, namun bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang.
Dominasi Manchester City terus berlanjut dengan penguasaan bola yang rapi dan tempo tinggi. Galatasaray dipaksa bertahan dalam blok rendah untuk meredam agresivitas lini depan lawan.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-11 melalui aksi cerdik Haaland. Striker asal Norwegia itu memanfaatkan umpan di tepi kotak penalti dan melepaskan lob halus yang mengecoh kiper Galatasaray sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol, Galatasaray mencoba keluar menekan dan mencari celah di lini belakang Manchester City. Victor Osimhen sempat mendapatkan peluang, ditambah beberapa tembakan jarak jauh yang menguji pertahanan lawan.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena penampilan solid Gianluigi Donnarumma di bawah mistar. Kiper Manchester City itu tampil sigap dan mampu menggagalkan setiap ancaman yang datang.
Manchester City kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-29 melalui Rayan Cherki. Menerima umpan matang di dalam kotak penalti, Cherki menuntaskan peluang dengan tembakan rendah yang membuat Manchester City menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Babak kedua
Manchester City tetap memegang kendali permainan sepanjang babak kedua dengan penguasaan bola yang stabil. Meski begitu, Galatasaray sempat memberikan ancaman lewat pergerakan Victor Osimhen dan Ismail Jakobs yang memaksa lini belakang Manchester City bekerja ekstra.
Tekanan dari tim tamu beberapa kali mengarah tepat ke area pertahanan Manchester City. Namun, Gianluigi Donnarumma tampil tenang dan sigap untuk menahan setiap percobaan yang mengarah ke gawangnya.
Di sisi lain, Manchester City juga tidak berhenti mencari gol tambahan. Peluang sempat hadir melalui Omar Marmoush dan Rayan Ait Nouri, tetapi penyelesaian akhir keduanya masih belum akurat.
Serangan Manchester City kerap dibangun dengan kombinasi cepat dari lini tengah. Sayangnya, ketajaman di depan gawang belum cukup maksimal untuk mengubah skor.
Momen emas datang pada menit ke-79 saat Erling Haaland memberikan umpan matang kepada Tijjani Reijnders. Peluang tersebut gagal berbuah gol setelah kiper Galatasaray dengan cepat memotong alur bola.
Drama kembali terjadi pada masa tambahan waktu menit ke-90+4 ketika Osimhen hampir memperkecil ketertinggalan. Donnarumma sekali lagi menjadi penyelamat dengan menepis tembakan tersebut, memastikan skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Susunan Pemain
Manchester City (4-2-3-1): Gianluigi Donnarumma; Matheus Nunes, Abdukodir Khusanov, Nathan Ake, Rayan Ait-Nouri; Bernardo Silva, Nico O’Reilly; Rayan Cherki (Nico González 82′), Omar Marmoush (Tijjani Reijnders 67′), Jeremy Doku (Phil Foden 37′); Erling Haaland
Manajer: Pep Guardiola
Galatasaray (4-2-3-1): Ugurcan Cakir; Roland Sallai, Davinson Sanchez, Abdulkerim Bardakci (Eren Elmali 68′), Ismail Jakobs; Mario Lemina, Ilkay Gundogan (Lucas Torreira 68′); Leroy Sane (Kaan Ayhan 80′), Gabriel Sara (Mauro Icardi 86′), Baris Alper Yilmaz (Yunus Akgun 68′); Victor Osimhen
Pelatih: Okan Buruk
Statistik
Secara statistik, pertandingan Manchester City melawan Galatasaray berlangsung cukup seimbang dalam hal penguasaan bola dengan masing-masing tim mencatat 50 persen. Namun, Manchester City tampil lebih agresif dengan melepaskan 10 tembakan dibandingkan 4 percobaan milik Galatasaray, sementara tembakan tepat sasaran relatif berimbang, yakni 5 berbanding 4.
Dalam aspek kedisiplinan dan situasi bola mati, Galatasaray tercatat melakukan 10 pelanggaran, lebih banyak dibandingkan Manchester City yang hanya 8 kali melanggar. Jumlah sepak pojok sama kuat dengan masing-masing tim memperoleh 4 kesempatan, sedangkan pelanggaran offside lebih sering dilakukan Galatasaray dengan 5 kali dibandingkan Manchester City yang hanya 1 kali.
Pertandingan ini juga berlangsung relatif bersih dengan minim kartu. Manchester City sama sekali tidak menerima kartu kuning maupun merah, sementara Galatasaray hanya mendapatkan 1 kartu kuning tanpa ada kartu merah yang dikeluarkan hingga laga berakhir.
Man of The Match – Rayan Cherki
Rayan Cherki tampil menonjol sebagai motor serangan Manchester City dalam laga melawan Galatasaray dengan kontribusi yang konsisten sepanjang pertandingan. Pergerakan aktif, kemampuan dribel, dan kecerdikannya mencari ruang membuat lini belakang lawan terus berada dalam tekanan.

Pemain berusia muda itu mencetak gol kedua Manchester City pada menit ke-29 setelah memaksimalkan peluang di dalam kotak penalti dengan penyelesaian efektif. Sepanjang 82 menit bermain, Rayan Cherki mencatat satu gol, akurasi umpan 80 persen, kecepatan tertinggi 30,1 km/jam, serta jarak tempuh 9,7 kilometer.
Performa solid tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Player of the Match dari UEFA Technical Observer Group. Penilaian itu didasarkan pada perannya sebagai ancaman utama serangan, kemampuannya menciptakan peluang, efektivitas dalam mencetak gol, serta kontribusi defensif melalui delapan kali recovery.
Catatan
Manchester City memulai laga dari posisi ke-11 klasemen fase liga dan kemenangan dua gol menjadi hasil krusial dalam upaya mereka mengamankan langkah ke fase berikutnya. Beruntung bagi tim asuhan Pep Guardiola, hasil pertandingan lain juga berpihak sehingga mereka terhindar dari babak playoff dua leg yang berisiko menambah beban jadwal.
Dengan masih bersaing di empat kompetisi berbeda, pengurangan jumlah pertandingan menjadi faktor penting bagi Manchester City, terlebih di tengah kekhawatiran soal kondisi pemain yang kembali mengalami cedera. Situasi ini membuat manajemen rotasi dan kebugaran skuad menjadi perhatian utama.
Jeremy Doku tampil impresif pada 30 menit awal sebelum harus meninggalkan lapangan akibat masalah fisik. Kehadiran Antoine Semenyo, meski tidak bisa dimainkan pada laga tersebut, setidaknya memberikan opsi tambahan sehingga potensi absennya Doku tidak terlalu berdampak besar.
Manchester City kini bisa mengalihkan fokus dari kompetisi Eropa selama sekitar satu bulan ke depan. Meski demikian, tantangan besar masih menanti karena kemungkinan bertemu Inter Milan atau Real Madrid di babak 16 besar tetap menjadi ancaman serius.
Pertandingan Berikutnya
Manchester City akan bertandang ke Tottenham Hotspur Stadium untuk menghadapi Tottenham Hotspur dalam pekan ke-24 Premier League 2025/2026 yang digelar pada Minggu (1/2/2026). Di sisi lain, Galatasaray akan menjamu Kayserispor di Rams Park dalam pekan ke-20 Super Lig 2025/2026 yang digelar pada Senin (2/2/2026).
Jangan ketinggalan sengitnya persaingan di Liga Champions UEFA. Simak terus prediksi kompetisi tersebut di SBOTOP.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



